Info Bermanfaat - Demi mendukung program pemerintah, Lion Air terus menambah rute
penerbangannya. Terkini, Lion Air akan membuka rute Tarakan–Solo, pun
sebaliknya mulai 8 Desember 2016 mendatang.
Hal ini dilakukan Lion Air demi memudahkan masyarakat untuk menjangkau wilayah di Jawa Tengah dan sekitarnya jadi lebih mudah. Sehingga pelanggan setia Lion Air, tidak perlu lagi harus transit melalui Surabaya atau Balikpapan, saat hendak ke Semarang atau Jogjakarta jika berada di wilayah Kalimantan Utara dan sekitarnya.
Senior Sales Manager Lion Air Mochamad Helmi mengatakan, keberangkatan rute Tarakan–Solo menggunakan pesawat Boeing 737-800 dengan kapasitas 180 penumpang. ”Kami targetkan 90 persen keterisian penumpang. Untuk awal, kami hanya melakukan sehari sekali. Berangkat dari Bandara Juwata, Tarakan pada pukul 14.50 Wita. Dan Solo–Tarakan berangkat poada pukul 10.40 WIB. Namun, apabila animo masyarakat meningkat, kami akan tambah frekuensinya,” katanya.
Dibukanya rute Tarakan – Solo juga bukan tanpa sebab. Pasalnya Bandara Adi Sutjipto Jogjakarta kian padat saat ini. Sedangkan Bandara Ahmad Yani Semarang sempit.
”Jadi orang Kalimantan ke Jawa Tengah langsung saja masuk ke Solo. Dari Sumatera melalui Batam, juga bisa langsung ke Solo tanpa transit Jakarta. Ini sekaligus mendukung program tol udara yang dicanangkan Presiden Joko Widodo,” ucapnya. ”Dengan tagline kami, “we make people fly”, pembukaan rute baru ini dilakukan Lion Air untuk menghemat waktu dan biaya penerbangan,” imbuhnya.
Helmi (sapaan akrabnya) memaparkan, pembukaan rute Tarakan–Solo, bersamaan dengan pembukaan 8 rute penerbangan baru. Ia menjelaskan, Bandara Adi Soemarno Solo, merupakan satu dari tiga hub bandara yang ditetapkan Lion Air. Dua bandara lainnya yakni, Bandara Sepinggan Balikpapan dan Bandara Hang Nadim Batam.
”Baik Solo, Balikpapan dan Batam adalah kota hub untuk penerbangan Lion Air. Ini kami lakukan untuk mencegah terjadinya gangguan penerbangan di tiga bandara utama, yakni Soekarno-Hatta Cengkareng, Banten. Bandara Juanda Sidoarjo, Surabaya dan Bandara Sultan Hasanuddin, Makassar,” ujarnya. ”Penetapan Batam, Balikpapan dan Solo sebagai kota hub, juga dilakukan untuk mempercepat kegiatan ekonomi. Rencananya kami akan meningkatkan penerbangan antar tiga kota hub tersebut, lebih dari 40 penerbangan per harinya,” tandasnya.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar